kualitas_dan_inovasi_produk_lokal_atasi_persaingan_global_174
Perlunya Inovasi dalam Berbisnis
March 14, 2013
428884_365100496892892_454681088_n
Bagaimana Cara Membangun Jiwa Wirausaha?
March 20, 2013

Memupuk Mental Pengusaha

Jakarta – Mental wirausaha nampaknya masih minim pada jiwa masyarakat Indonesia. Yang masih tertanam dibenak mereka adalah mental berhutang, karena semakin bertambahnya jumlah penghasilan para pekerja memicu mereka untuk konsumtif. Menurut Direktur Indonesian Entrepreneur Societ (IES) Bambang Suharno, pola seperti ini sangat berbahaya. Untuk itu mental pengelolaan uang, juga harus dirubah.

Tiga hal yang harus diingat jika ingin menjadi seorang wirausaha. Yang pertama adalah Mental produktif harus di pupuk untuk mengawali diri menjadi wirausaha. Bagaimana sebuah penghasilan dapat menghasilkan penghasilan baru. Kedua yaitu mental pemberdaya, yang artinya anda digiring untuk menjadi pemberi. Dan ketiga, tetap menjalin hubungan dengan komunitas para pengusaha. “Karena disitu kita dapat bertukar cerita dan pikiran, sehingga dapat saling memeberi masukan” Ujar Sujono Arifuzan, mentor Indonesian Entrepreneur Societ (IES).

Seorang pengusaha Angringan 78 Triangga Bayu sudah beberapa kali mengalami kegagalan dalam berbisnis. Dari ternak sapi, usaha aksesoris, hingga usaha baju distro. Menrut dia seorang pengusaha wajib mengalami bangrut, supaya mentalnya dapat terasah. Dia mengatakan, kendala yang sering datang adalah dari mitra brisnis sendiri. Sehingga untuk mencapai suskses dalam berbisnis, seorang pengusaha senidirlah yang menentukan.

Momok modal sebai kendala sebenarnya harus dibuang jauh-juah, sebab banyak juga pengusala yang mengawali usahanya dengan modal yang minim. Dan jangan langsung bermuluk-muluk jika seorang pengusaha itu adalah bos. Rado salah seorang pendengar di Bengkalis Riau mengatakan para generasi muda sekarang harus berani kreatif untuk memeulai sebuah usaha. Triangga Bayu menambahkan, jika pendidikan bisnis kepada generasi muda masih sangat kurang. Sehingga mental menjual masih belum dapat terbentuk sejak dini.

Kebanyakan yang terjadi saat ini mahasiswa sudah banyak yang mulai berbisnis, dengan fasilitas internet. Mereka dapat menggunakan facebook marketing, twitter dan blog. Bahkan mereka juga sudah banyak yang dapat mengekspor produknya ke luar negri. JAdi anak-anak zaman sekarang banyak memutar otak untuk membuat usaha dengan modal minim. “Kalau ada yang meng-judge anak muda sekarang kurang keatif ayo kita bangkitkan semangatnya.” Ujar Bambang Suharno.

Silaturahmi juga dapat menjadi peluang baru untuk memulai usaha jika anda mendapati jalan buntu.Faktor keluarga juga berpengaruh, karena jika dalam satu keluarga tidak ada yang bermental pengusaha, maka akan dipengaruhi untuk menjadi pekerja ataupin pegawai negeri sipil. Yang perlu dilakukan adalah komunikasi, supaya tercipta saling dukung satu dengan lainnya agar menjadi suskses. “Promosi Berkala, Bersyukur, dan Berbagi wajib kukumnya bagi seorang pengusaha untuk mencapai sukses” ujar Triangga Bayu.

sumber:

http://www.portalkbr.com/berita/perbincangan/2455803_4215.html