WAHYU_SAIDI
Wahyu Saidi, Sang “Doktor” Bakmi
May 19, 2013
wajah-Amin-oke-oke
Alim, Pengusaha Bangka yang Tak Kenal Menyerah
May 19, 2013

Antara Kegagalan dan Belum Berhasil

learnfailure

Suatu ketika, seorang pengusaha muda menemui seorang psikolog bisnis untuk meminta solusi bisnis. Beberapa bulan terakhir, bisnisnya sangat sepi. Tidak ada seorang pembeli pun yang masuk ke tokonya. Padahal, saat pembukaan tokonya untuk pertama kali, pengunjung selalu ramai datang setiap hari. Pemasukannya pun semakin meningkat. Karena beberapa bulan terakhir tokonya sepi, ia harus mengeluarkan uang pribadi untuk membayar gaji para karyawan dan biaya operasional lainnya. Ia sangat mengkhawatirkan kondisi tokonya.

Si pengusaha toko lantas menceritakan semua yang terjadi di tokonya kepada psikolog bisnis, “Akhir-akhir ini, toko saya sangat sepi. Tidak ada pengunjung sama sekali yang masuk dan berbelanja. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan situasi itu terjadi. Saya sudah berusaha untuk mempromosikan usaha saya kepada masyarakat, tetapi hasilnya nihil. Saya sempat menemui seorang dukun. Menurutnya, ada saingan di samping toko saya yang mengguna-gunai saya. Ia juga mengatakan kalau ada seorang karyawan saya yang selalu membawa sial. Ia menyarankan saya agar saya memecat karyawan tersebut. Namun setelah saya menjalankan semua yang ia sarankan, keadaan tidak pernah berubah. Hal itu membuat saya sangat bingung. Jika situasi ini terus berlanjut, saya khawatir bisnis saya bisa gulung tikar.”

“Dari cerita Anda, bisnis Anda sepertinya baik-baik saja. Anda tidak perlu risau. Yang namanya usaha, selalu ada pasang dan surutnya. Oleh karena itu, sangat tidak terpuji jika Anda menyalahkan orang – orang di sekitar, ataupun situasi dan kondisi. Anda hanya perlu bersabar. Anda masih beruntung karena bisnis Anda baru beberapa bulan ini sepi. Ada sebagian pengusaha, yang juga klien saya, pernah mengalami kondisi seperti yang anda alami saat ini. Mereka bahkan mengalaminya lebih lama dibandingkan Anda,”jelas psikolog itu.

“Lalu, apa yang harus saya lakukan dengan toko saya?” tanya pengusaha itu.

“Anggap sekarang toko anda masih dalam tahap perkenalan kepada masyarakat. Jangan jadikan hal itu sebagai beban. Anggap saja belum saatnya bagi anda untuk berhasil. Yakinlah bahwa suatu ketika Anda pasti berhasil. Sekarang, yang perlu anda lakukan adalah memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung yang datang ke toko Anda.

Meskipun hanya melihat-lihat tanpa berbelanja, perlakukan ia dengan baik dan buat ia merasa senang saat berada di toko anda. Dengan demikian, ia akan menceritakan hal yang pernah ia alami di toko Anda kepada saudara dan teman – temannya sehngga mereka pun berminat untuk datang dan berbelanja di toko Anda,” nasihat psikolog bisnis.

“Satu lagi yang perlu saya tambahkan,” Kata psikolog itu lagi, “Akan lebih baik lagi jika Anda belajar untuk tersenyum saat berada di toko Anda. Anda tampaknya jarang tersenyum. Anda juga bisa mengajari semua karyawan Anda untuk selalu tersenyum jika berada di tempat kerja. Selalu berikan senyum yang tulus kepada setiap pelanggan yang memasuki toko anda.”

Pengusaha muda itu pun pamit pulang dan langsung mempraktikkan nasihat dari psikolog bisnis. Beberapa bulan kemudian, para pembeli mulai berdatangan untuk berbelanja. Ia bahkan harus mencari tambahan karyawan agar bisa melayani semua pembeli yang semakin hari semakin banyak. Meskipun demikian, ia selalu mempraktekkan saran psikolog yang dulu ia temui.

Sumber : http://artikelbahasaindonesia.org/artikel-motivasi/artikel-motivasi-antara-kegagalan-belum-berhasil/