Home Inspiratif Bisnis Tanpa modal? why not!! Belajar dari Pets.com

Bisnis Tanpa modal? why not!! Belajar dari Pets.com

78
0
SHARE

Memulai tanpa modal mungkin terlihat sebagai keterbatasan, tetapi ini sebenarnya adalah kesempatan untuk menumbuhkan perusahaan secara organik. Jika kita menerima modal besar pada saat yang tidak tepat, ini bisa jadi bencana. Belum lagi, jika kita belum berpengalaman, alih-alih menjadi pendorong bisnis, bisa jadi sandungan yang serius.

Sekali lagi, uang yang lebih banyak daripada yang dibutuhkan adalah ancaman

Sekali lagi, uang yang lebih banyak daripada yang dibutuhkan adalah ancaman. Kita mungkin akan cenderung membeli printer berkapasitas besar, padahal dengan yang kecil pun sudah cukup, membeli sistem yang mahal, padahal sistem dengan fitur sederhana saja sudah menyelesaikan masalah.

Bahkan, merekrut karyawan yang mungkin belum kita butuhkan, struktur jabatan pun dibuat banyak lapis, perusahaan terlihat gemuk dan berat.

Blake Mycoskie dalam bukunya Start Something that Matters menceritakan, bagaimana toko hewan peliharaan online Pets.com (sekarang jadi petsmart.com) mendapatkan pendanaan awal hingga mencapai US$ 350 Juta. Uang ini kemudian digunakan untuk memasang iklan di Televisi bernilai jutaan Dollar yang disiarkan pada saat pertandingan Super Bowl.

Akan tetapi, sebanyak apapun uang yang dihasilkan perusahaan, tidak pernah cukup. Pets.com tetap berjalan hanya dengan mengandalkan modalnya.

Perusahaan ini menghabiskan US$ 11,8 Juta untuk iklan pada tahun fiskal pertama dan hanya menghasilkan keuntungan sebesar US$ 619.000. Hanya 2 tahun sejak berdiri, perusahaan ini pun pailit.

Ada banyak sekali perusahaan yang pada fase awalnya menggelontorkan dana besar untuk pemasaran. Namun mengabaikan hal yang tak kalah pentingnya, budaya perusahaan yang sangat korelatif dengan kualitas produk yang dihasilkan. Seharusnya ini tidak perlu jika saja perusahaan bisa bertumbuh secara organik.

Hal yang sama banyak kita temui pada para Entrepreneur muda baik di Kampus Umar Usman maupun diluar sana, yang mendapatkan bantuan modal besar dari orang tuanya. Tanpa pengalaman, mereka mendesain bisnisnya dengan mewah dan glamour, tetapi sayangnya tidak menghasilkan keuntungan apa-apa.

Mereka bertahan dengan modal yang ada atau subsidi silang sembari bertahan. Namun tetap jika priorutas produk tidak menjadi acuan, karya-karya brilian akan tetap kandas dan sia-sia.

Naah, teman-teman yang baru memulai bisnis, dan mendapatkan suntikan dana yang kuat, jaga kefokusan dan prioritas kualitas produk yang baik. Semoga bermanfaat..

Kampus Bisnis Umar Usman Kuliah
1 Tahun Jadi Pengusaha