Home Ruang Bisnis Cooperative Strategy : Solusi memenangkan pasar dengan bergabung bersama Pemenang

Cooperative Strategy : Solusi memenangkan pasar dengan bergabung bersama Pemenang

60
0
SHARE

Tidak semua pengusaha dapat berhasil bertahan, dan mengembangkan usahanya hingga besar. Bisa saja mereka dalam perjalanannya, mereka harus menemukan kenyataan bahwa bisnis atau produk yang digelutinya tidak dapat diterima pasar atau telah didahului oleh kompetitor lain. Maka lahirlah rumusan “Cooperative Strategy” sebagai solusinya.

Dalam dunia marketing, istilah ini kerap disebut dengan kolaborasi. Ketimbang sibuk menghadapi persaingan yang ada, mengapa para pemain tidak melakukan kerjasama dengan kompetitornya?

Toh, mereka juga memperebutkan pasar yang sama. Kolaborasi pun bisa dilakukan dengan lintas industri. Dengan demikian, kedua pemain bisa menggabungkan kekuatan untuk memenangkan hati konsumen.

 

Misalnya kolaborasi yang dilakukan antara PT. KERETA API INDONESIA (Persero) dengan Telkom Indonesia untuk menghadirkan layanan E-ticketing bagi penumpang Commuter Line. Telkom telah lama mengembangkan sistem e-ticketing tapi belum dapat ditawarkan dengan cukup kompetitif. Di lain pihak, PT Kereta Api Indonesia perlu sistem tersebut yang dapat diperoleh dengan cara yang efisien. Kolaborasi antar BUMN yang dipayungi program kerja bersama memungkinkan keduanya mendapatkan keuntungan.

Pada akhirnya, duo raksasa transportasi dan komunikasi itu menjalin kerjasama untuk memberikan layanan yang serba elektronik bagi para penumpang KAI. Hasilnya? Perbaikan pelayanan dapat dirasakan langsung oleh konsumen.

 

Dalam dunia StartUp, melakukan Cooperative Strategy bukanlah hal yang diharamkan. Dengan bergabungnya dua pemain yang memiliki kekuatan hampir sama, atau bahkan sangat jauh, tentunya bisa melahirkan sebuah perusahaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Bergabung dengan tim yang telah menjadi pemenang pun bisa membantu kedua belah pihak.

 

Pasalnya tingkat kegagalan perusahaan rintisan sangatlah besar, mencapai 95%, namun anda tentunya tidak perlu menyerah dan meninggalkan bisnis itu begitu saja. Masih banyak jalan lain yang bisa ditempuh.

 

Sejago-jagonya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo menciptakan gol, belum tentu mereka mampu melakukan aktifitas layaknya seorang pemain belakang, gelandang atau kiper. Sehebat-hebatnya Messi dan Ronaldo, mereka tidak akan bisa membuat timnya menang jika tidak ada dukungan dari pemain lainnya.

Hal itu juga berlaku pada bisnis StartUp (rintisan), meskipun mampu berdiri sendiri, kita bisa bergabung dengan pemain yang telah jadi pemenang.

Naah, apapun produk dan bisnis ada, jika masih terus jalan ditempat atau bahkan nyaris bangkrut, lakukan strategi ini.

Siiaaapp?
Share yah agar lebih bermanfaat!!

Kampus Umar Usman
Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha

sumber : Buku Creativity to commerce karya Arif Yahya