Mengubah Mindset Karyawan Menjadi Pengusaha
February 27, 2013
Cara Mudah Mengatasi Modal Usaha Yang Minim
March 7, 2013

MENGAPA JANGAN JADI KARYAWAN

Saya sering ngobrol dengan pebisnis. Akhirnya saya ketularan ingin bisnis juga. Saya akhirnya memutuskan berhenti jadi karyawan, dan memulai usaha sendiri. Itu terjadi di awal tahun 2003. Jatuh bangun, memang. Tapi menyenangkan. Pengalaman ini tak akan bisa dirasakan oleh karyawan.

Di bawah ini beberapa alasan (secara bisnis) mengapa sebaiknya kita tak jadi karyawan.

Pertama: Pengusaha melihat “karyawan” itu sebagai cost, bukan aset. Sebagai cost, seorang pengusaha selalu berusaha menekan biaya sampai yang termurah, yang bisa dia dapat. Jika ada dua kandidat yang berkualifikasi sama, pengusaha akan mengambil karyawan yang bergaji lebih murah.

Artinya, dari sisi karyawan sebenarnya tidak banyak pilihan. Kalau menaikkan permintaan (minta gaji) lebih besar, jangan-jangan bisa tergusur dari saingan (calon karyawan) yang mau digaji lebih murah.

Nah, ini artinya karyawan berada pada posisi tidak menguntungkan. Gajinya ditentukan oleh orang lain, dan tak bisa berbuat banyak. Jika tak setuju dengan keputusan bos, bos lebih senang meminta kita keluar daripada menaikkan gaji. Sebab, menurut logika mereka, banyak tenaga kerja yang antri mau bekerja dengan gaji yang lebih rendah.

Kedua

Jika kita bekerja pada perusahaan, usahakan mengukur diri dengan baik. Lihat tiga bulan pertama: kalau kita cocok dengan perusahaan, dan perusahaan cocok juga pada kita, ya silakan lanjutkan bekerja di kantor itu. Tapi, kalau merasa tidak cocok, segera pindah ke tempat yang lebih cocok.

Setelah bekerja selama 6 bulan, evaluasi lagi. Ajukan pertanyaan yang sama: apakah saya cocok bekerja di sini? Apakah perusahaan juga cocok dengan saya. Lihat jawaban di batin Anda: kalau merasa cocok silakan lanjut. Kalau tak cocok, silakan cari tempat kerja baru.

Jika menganggap cocok bekerjalah dengan sepenuh hati di perusahaan itu. Tapi maksimal selama 6 tahun.

Setelah enam tahun, seorang karyawan sudah mengetahui seluk beluk bisnis tersebut, sudah mencapai posisi puncak di perusahaan itu. Pada kondisi ini, karyawan tersebut sebenarnya sudah punya potensi untuk membangun bisnis sendiri. Boleh di bidang yang sama dengan kantor, atau bidang yang terkait dengan kantor, atau bisnis lagi yang berbeda.

Ketiga

Indonesia membutuhkan pengusaha lebih banyak lagi agar bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak. Jika seorang karyawan berhenti bekerja, dan membangun bisnis banyak yang bisa ditolong karyawan tersebut: negara, pengangguran, tetangga, keluarga, dan diri karyawan tersebut.

Sumber:

http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/07/16/mengapa-jangan-jadi-karyawan-477332.html

admin
admin
http://lukman.my.id