SHARE

Mau buka bisnis??? Silahkan.

Sendirian??? Monggo.

Nanti untung buat sendiri. Rugi ya buat sendiri. Pas bangkrut, sendiri juga. #Ngenes… Hehehe…

Dalam sholat kalau jamaah itu lebih bagus dibanding munfarid alias sendirian. Begitu juga berbisnis. Coba mulai dengan berjamaah.

Nih sebentar lagi saya kasih pedomannya, supaya sukses dan nggak berantakan. Mau ya…

Pertama, maksimal itu empat orang. Udah nggak usah dibantah. Mau tiga gak papa. Mau berdua juga boleh aja. Bahkan sepasang suami-istri kalau sama-sama saling melengkapi akan sukses bisnisnya. Yup… Segera cari yang mau ya…

Kedua, cari yang kemampuannya berkebalikan. Maksudnya begini. Satu jago marketing dan satu jago produksi. Satu jago bina relasi, satu jago packing barang dan rapi. Satu jago mencari customer baru, satu jaga relasi sampai lumer.

Ya… Partner yang terbaik itu yang terbalik. Tapi tetep satu visi dan satu frekuensi. Yang terbalik bukan pendapatnya, tapi kemampuannya.

Contoh ada programing. Terus mau usaha. Semuanya programing. Terus siapa yang jual??? Sudah mulai mengerti.

Ada lagi, semua suka ngomong, suka marketing, nggak ada yang ngerti produksi dan jago jaga mutu tinggi. Ini pasti akan salah dan bermasalah.

Jadi cari mereka yang kemampuannya terbalik dan saling melengkapi kekurangan kita.

Mungkin satu ada modal dan yang lain ada tenaga dan waktu. Nah ini bagus tuh…

Sudah paham ya…

Ketiga, tentukan pimpinannya siapa, ketuanya siapa, kepalanya siapa. Nggak boleh semua jadi kepala. Kalau matahari ada dua, tiga, empat ya bubar dunia. Binasa alam ini.

Dan nggak harus yang setor duit banyak jadi ketua. Nggak harus begitu. Tunjuk aja siapa yang bertanggung jawab semuanya. Dan yang lain belajar nurut-manut jadi anggota. Kalau nggak becus ya diganti. Sederhana khan.

Nah, kalau kayak gini, maka cepet tuh bisnis melesat.

Dan nggak harus semua ikutan usaha. Ada yang pasif dan ada yang aktif juga gak papa. Tinggal diatur bagaimana pembagian profitnya. Tentunya yang banyak modal dan keluar usaha ya banyakan juga bagi hasilnya.

Pokoknya di poin ketiga ini, tunjuk satu pimpinannya untuk berkuasa. Nggak bisa semua berkuasa.

Keempat, hahaha…. Langsung action yang hebat…

Udah itu aja. Kalau kuliah di Umar Usman, nggak hanya diajarin hal ini, langsung praktek bisnis berjamaah, langsung latihan kerjasama.

Kalau bisnis sendirian, memang bisa besar. Tapi terbatas besarnya. Tapi kalau sudah kerjasama, maka besarnya tak akan terkira. Wow…

Mau merasakan suka duka bisnis berjamaah di Umar Usman, langsung daftar jadi mahasiswanya dengan hubungi 081809520065.

Nah… Sekarang yang sudah bisnis bareng, perhatikan lagi empat poin di atas. Saya doakan bisnisnya kalau memperhatikan empat rambu tadi, maka omsetnya melesat.

Salam

Akhmad Basori, M. Si
Entrepreneur & Wakil Rektor
[2:21 PM, 12/12/2017] Mr Joss: