Pentingnya Pendidikan
January 6, 2013
10 ALASAN MENGAPA ANDA HARUS MEMBUKA USAHA SENDIRI
February 27, 2013

PERAN ENTREPRENEUR DALAM PEMBANGUNAN BANGSA

Untuk menjadi negara maju, idealnya memiliki 3,5 persen wirausahawan dari total jumlah penduduk. Negara yang sudah mencapai prosentase ideal itu adalah Amerika Serikat dan beberapa negara maju lainnya. Indonesia bagaimana? Dari sekitar 340 juta penduduk, baru sekitar 400 ribu yang memilih profesi sebagai wirausahawan atau entrepreneur atau hanya 0,18 persen dari total jumlah penduduk.

Seperti pernah disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, masyarakat Indonesia cenderung memilih menjadi karyawan atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Simak saja kalau ada pengumuman bukaan lowongan penerimaan PNS, pasti yang mendaftar puluhan ribu orang. Padahal slot yang tersedia hanya beberapa ratus orang saja. Demikian juga kalau ada lowongan di sebuah perusahaan, pasti banyak orang yang antre melamar. Ironisnya, ketika ada bukaan atau kesempatan untuk jadi entrepreneur/pengusaha, peminatnya selalu sepi.

Minimnya wirausahawan menjadi salah satu faktor penghambat Indonesia untuk menjadi negara maju. Untuk itu perlu upaya dan kerja keras dari semua pihak, khususnya pemerintah dalam membangun iklim usaha di Indonesia. Untuk upaya-upaya tersebut, kita harus beri apresiasi atas apa yang dilakukan Hatta Rajasa. Sebagai Menko Perekonomian, Hatta sangat konsen dalam menumbuhkan entrepreneur-entrepreneur baru di tanah air. Hatta terus bergerak menggaungkan pentingnya menjadi entrepreneur melalui pendidikan dan latihan (diklat). Tidak hanya sekadar diklat, Hatta dan timnya juga membuka jalan bagi lembaga-lembaga pembiayaan untuk bisa menopang permodalan masyarakat yang ingin mencoba menjadi entrepreneur.

Menurut tokoh pengusaha senior Ir. Ciputra, kita perlu sekitar 4 juta pengusaha untuk bisa mengatasi permasalahan pengangguran dan kemiskinan di tanah air. Kemunculan para pengusaha, otomatis membuka peluang adanya lapangan pekerjaan. Semakin banyak lapangan kerja, semakin mengurangi pengangguran. Artinya, tingkat kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Dengan begitu, tingkat kemiskinan akan semakin berkurang, seiring dengan pertumbuhan iklim usaha dan pengusaha.

Jadi profesi menjadi pengusaha adalah sebuah profesi yang sangat mulia. Kalau saat ini baru ada sekitar 400 ribu pengusaha di Indonesia, berarti ada sekitar 3,6 juta peluang atau lowongan untuk menjadi pengusaha. Jalan sudah dibuka, fasilitas mulai tersedia, sehingga tidak ada salahnya masyarakat meninggalkan mental karyawan dan beralih menjadi pengusaha.

Kalau boleh jujur, peran pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam menciptakan wirausahawan muda, masih sangat kecil bila dibandingkan dengan jumlah pemuda saat ini. Sudah seharusnya pemerintah berorientasi pada pembangunan ekonomi berbasis penciptaan wirausahawan-wirausahawan baru dari kalangan pemuda.

Seperti yang dikatakan Menko Perekonomian Hatta Rajasa bahwa Indonesia masih kekurangan pengusaha-pengusaha baru. Indonesia masih defisit pengusaha, sehingga perlu ditumbuhkan pengusaha-pengusaha baru. Untuk itu dibutuhkan peran konkret pemerintah melalui penciptaan program pendidikan kewirausahaan bagi pemuda untuk memberikan kesempatan belajar kepada mereka agar memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan.

Namun, perlu disadari pula bahwa pemerintah agaknya tidak mampu melakukan hal itu sendiri, mengingat segala keterbatasan pendanaan dan infrastruktur pendukung lainnya. Karena itu, dibutuhkan kontribusi dan peran pihak-pihak lain untuk mewujudkan hal itu. Selain itu, perlu adanya penumbuhan niat bagi kalangan anak muda untuk mau menjadi pengusaha atau entrepreneur. Menko Perekonomian saat ini terus menggagas dan meluncurkan berbagai program pengembangan usaha untuk kalangan muda. Saat ini, tinggal bagaimana kita menangkap peluang yang sudah ada di depan mata. Percuma saja pemerintah membuat program ini dan itu, sementara tidak ada respons dari masyarakat.

Ide Menko Perekonomian tentang pengembangan usaha dan entrepreneur itu kiranya harus kita dukung. Sekaranglah saatnya bagi generasi muda untuk  mengambil peran pembangunan bangsa melalui pengembangan dunia usaha.

Dedi Kurniawan

Bekerja di Salah Satu Lembaga Riset Keuangan

admin
admin
http://lukman.my.id