Pertumbuhan UKM Belum Menggembirakan

Sekolah
Kampus Umar Usman Road Show ke SMA/SMK
June 3, 2013
Sally-YaleClub-6
Social Entrepreneur yang Mengubah Wajah Dunia
June 5, 2013

Pertumbuhan UKM Belum Menggembirakan

UKM Sahabat

JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) belum cukup menggembirakan sehingga pemerintah diminta agar memfokuskan pengembangan UKM di Tanah Air.

“Saat ini pertumbuhan jumlah pengusaha kecil menengah belum cukup menggembirakan. Pasalnya, tidak ada kenaikan jumlah pengusaha kecil ke usaha menengah yang signifikan,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UKM dan Koperasi Erwin Aksa di Jakarta, Senin (3/6/2013).

Menurut dia, perhatian pemerintah sangat banyak kepada usaha mikro tetapi seringkali bantuan tersebut terhenti bila usaha mikro naik kelas menjadi usaha kecil.

Sedangkan bagi usaha kecil, ujar dia, yang ingin naik kelas ke usaha menengah dinilai sangatlah sukar.

Sebab itu, Kadin ke depan akan fokus melakukan peningkatan kapasitas (“scaling up”) pengusaha kecil ke menengah.

“Terdapat ruang yang lowong yakni masih lambatnya pertumbuhan dari usaha kecil ke tingkat menengah. Jangan sampai kita mentok di sini. Kita belum lihat munculnya pengusaha-pengusaha berkualitas dari kelas menengah,” ujar Erwin.

Ia memaparkan, sejumlah persoalan yang masih menghambat usaha kecil naik kelas ke usaha menengah antara lain adalah belum adanya perhatian dan keberpihakan regulator, rendahnya akses permodalan, dan tidak kompetitif.

Selain itu, ujar dia, permasalahan lainnya adalah rendahnya akses pasar di satu sisi dan sisi lain terhimpit oleh serbuan produk impor.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan mengatakan akses pendanaan yang masih sulit dari sektor perbankan membuat para pengusaha terkendala dalam segi finansial untuk tumbuh dan mengembangkan usaha mereka.

“Seorang sarjana, misalkan di Indonesia dengan Indeks Prestasi Kumulatif 4,0, kalau dia mau berproduksi dengan cari pinjaman ke bank bunganya 15 persen. Sedang mahasiswa lainnya di Malaysia dengan IP 2,9, punya ide yang sama, ke bank bunganya cuma 2 persen, Bedanya saja sudah 15 persen, ini baru mulai, belum jalan,” kata Gita pada Pelepasan Alumni Magister dan Doktor Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) di Jakarta, Sabtu (18/5).

Menurut dia, rasio populasi yang mempunyai akses pendanaan hanya 20 persen dari total penduduk Indonesia. Pada beberapa tahun ke depan, jumlah populasi yang sudah memiliki akses ke pendanaan harus lebih dari 50 persen.

Sumber : http://wartaekonomi.co.id/berita11422/pertumbuhan-ukm-belum-menggembirakan.html