“Rahasia” Nick D’Aloisio Jadi Entrepreneur Di Usia Remaja

ippho
Konsultasi Bisnis Mahasiswa with Ippho “Right” Santosa
February 25, 2014
islam
Bisnis Itu Rahmatan Lil ‘Alamin
March 3, 2014

“Rahasia” Nick D’Aloisio Jadi Entrepreneur Di Usia Remaja

nicky

Kita hidup di era kecanggihan teknologi Internet dan mikroprosesor, Anda bisa belajar apa saja secara daring (online). Dan ide untuk belajar sendiri melalui Internet ini menjadi sebuah passion bagi saya. Inilah yang disebut sebagai “autodeducticism”.

Tetapi saya ingin tekankan bahwa ini bukan cuma masalah pemrograman (programming) karena kode tersedia dengan mudah. Tetapi sebenarnya yang lebih esensial adalah seni entrepreneurship itu mulai merasuk melampaui batasan geografis dan budaya. Jadi Anda bisa saja masih belasan tahun dan bekerja di kamar tidur Anda dan mendirikan bisnis.

Saya ingin memaparkan apa yang sudah saya kerjakan selama beberapa tahun ini, dengan Summly dan apa yang setelah itu saya kerjakan.

Saya mulai belajar programming di tahun 2008 saat App Store baru saja diumumkan. Saya begitu terinspirasi dengan apa yang saya saksikan dalam Apple Keynote dan menyaksikannya secara streaming di web, dan saya melihat peluncuran iPhone versi orisinal. Dan saya begitu bersemangat dengan ide aplikasi iPhone, padahal saat itu saya tidak tahu apa-apa tentang programming. Lalu saya menjelajah web dan menemukan program Seed, bahasa pemograman yang dipakai untuk pembuatan aplikasi iPhone. Di usia 12 tahun, saya mulai belajar programming sendiri via Internet untuk mulai mengetahui bagaimana membuat aplikasi. Saat itu musim panas 2008, dan saya membuat aplikasi iPhone. Saya membuat “Finger Mill”, sebuah aplikasi yang mirip treadmill yang bisa dipakai dengan menggerakkan jari tangan di layar. Di hari peluncuran Finger Mill, saya sudah mencetak penjualan senilai 79 poundsterling. Itu sudah cukup menakjubkan bagi saya karena itu benar-benar uang. Itulah mengapa saya bisa sampai seperti sekarang.

Saya menghabiskan banyak waktu di usia 12 sampai 15 tahun sepanjang musim panas untuk belajar dan bereksperimen dengan aplikasi dan setelah ujian musim panas 2 tahun lalu di sekolah menengah, saya menemukan adanya ketidakefisienan dalam mengkonsumsi berita karena kecilnya layar perangkat yang dipakai. Sehingga akan sangat sukar untuk membaca semua konten. Lalu saya pikir sebenarnya kita bisa membuat preview yang bisa menunjukkan sekilas konten yang ditampilkan dan sedikit ringkasannya dalam bentuk teks. Dari sinilah lahir “Summly”. (Dsarikan dari paparan Nick D’aloisio, entrepreneur pendiri Summly/ap)