10-Jurus-Terlarang-500x500
Resensi Buku : 10 Jurus Terlarang!!!
April 16, 2013
sedekah
Banyaklah Memberi, bukan Banyak Menerima
April 25, 2013

Renungan Berguru Pada Pohon Bambu

bamboo

Salah satu faktor penting pebisnis untuk memenangkan persaingan adalah karakter. Maksudnya, karakter pebisnis yang bertanggung jawab dan responsif dalam menghadapi keadaan dan situasi bisnis sangat menentukan kesuksesan bisnisnya.
Masih bingung? Begini jelasnya.

Dunia bisnis itu ibarat medan pertempuran. Setiap pihak saling menyiapkan produk terbaiknya untuk diluncurkan ke pasaran. Sebelumnya, mereka telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari survey pasar, segmentasi pasar, positioning produk, serta menyiapkan berbagai strategi promosi. Akan tetapi, seperti halnya dalam peperangan, situasi dan kondisi kerap tak menentu. Bisa saja tiba-tiba terjadi hujan dan badai. Atau kalau dalam situasi bisnis tiba-tiba saja terjadi ledakan jumlah pebisnis. Atau bisa juga produk lawan tiba-tiba telah diluncurkan terlebih dahulu dan menuai sukses besar.
Bila kita tak siap, semua itu bisa saja membuat kita kalah mental. Persiapan yang sudah kita lakukan menjadi kocar-kacir. Atau kemungkinan terburuknya, bisa saja kita tak jadi berbisnis.

Semua itu gara-gara kita kurang responsive melihat situasi pasar. Sehingga segala persiapan yang kita lakukan menjadi sia-sia. Karena itulah dibutuhkan kesiapan diri. Karakter kita yang kuat untuk bertanggung jawab dan merespon situasi yang terjadi sangat diperlukan untuk kesuksesan bisnis. Apa kata sang bambu melihat situasi ini? Saya jadi ingat kata-kata Krishnamurti, sang Inspirator. Bergurulah pada pohon bambu. Pertama kali mendengarnya saya bingung. Kemudian saya pikirkan dan merenung. Setelah saya resapi dalam-dalam apa maksudnya, barulah saya mengerti rahasia dan kekuatan pohon bambu. Seperti kita tahu, pohon bambu itu memiliki karakter ulet, tahan banting, namun juga lembut. Batang bambu keras, namun juga mudah dibentuk menjadi berbagai barang kebutuhan sehari-hari. Seperti kentongan, anyaman, kursi, dan sebagainya. Akar bambu kokoh menghunjam bumi dan batangnya menjulang ke langit. Sehingga meski angin besar menerpa, bambu tak mudah ambruk. Setiap kali sapuan angin datang, batang bambu akan ikut bergerak menyesuaikan diri. Untuk kemudian kembali ke posisinya semula.

Bambu juga memiliki karakter konsisten. Hal itu tercermin dari ruas demi ruasnya yang terus meninggi. Dari kecil sampai menjadi besar, bambu tanpa henti terus berjuang untuk memajukan dirinya. Agar semakin tinggi dan berkembang. Hal itu mengajarkan pada kita pentingnya kesabaran. Bambu tak “membangun” dirinya hanya dalam waktu sehari dua hari. Tapi bertahun-tahun, ia terus konsisten untuk membesarkan dirinya. Tanpa keluh kesah apalagi putus asa. Dalam dunia bisnis, karakter pohon bambu ini sangat penting kita miliki. Tanpa mudah mengeluh, terus konsisten membangun bisnis yang kita jalani. Serta selalu adaptif terhadap perubahan situasi. Meski “badai” datang menghantam bisnis kita, kita tak mudah menyerah. Dan dapat mengatasinya dengan cepat. Belajar dari bambu adalah belajar tentang bagaimana kita menanam, menentukan strategi, membentuk sistem, dan akhirnya menikmati kelak saatnya. Butuh waktu lama, tak hanya 365 hari. Butuh waktu lama untuk hasil sempurna. Maka bila saatnya tiba, kita akan memetiknya. Bambu memiliki itu, ketelatenan dan kesabaran, kegigihan, fleksibilitas, berbaur dengan kekokohan menghadapi tantangan. Jangan pernah lupa juga apa yang bisa kita berikan untuk masyarakat, layaknya bambu membagi kegunaan dirinya bagi manusia dalam berbagai cara.

Artikel ini terinspirasi dari buah pikir Krishnamurti :
Berguru pada Pohon Bambu.  Terus membangun fondasi agar tetap kokoh…
Terus membangun ruas demi ruas yang ulet hingga menjulang sangat tinggi… Mengikuti ke mana pun terpaan angin, tanpa melawan, namun tetap kembali ke tempat semula.  Pohon bambu mengajarkan pada kita tentang Kesabaran untuk membangun, perlu waktu untuk Kekokohan, Berprinsip namun tetap Lembut…
Mari belajar pada pohon bambu. Mari mulai bisnis sekarang juga!

sumber:
http://mentalbisnis.blogspot.com/2009/05/ulet-gigih-dan-fleksibel-syarat-mutlak.html