The Pursuit of a Lifelong Learning

Suntikan Inspirasi dari Aspiring Young Entreprenur
October 6, 2016

The Pursuit of a Lifelong Learning

1

Lifelong learning is the “ongoing, voluntary, and self-motivated” pursuit of knowledge for either personal or professional reasons. Therefore, it not only enhances social inclusion, active citizenship, and personal development, but also self-sustainability, as well as competitiveness and employability (wikipedia)

 

Aku selalu mengagumi para pembelajar sejati. The Lifelong learner. Mereka yang tidak pernah takut mengambil resiko untuk mempelajari hal-hal yang baik dan bermanfaat buat mereka. Orang-orang yang tidak peduli berapapun usia mereka, siapapun mentor mereka, dimanapun tempat belajar mereka, tetap memiliki semangat belajar yang begitu besar. Orang-orang yang berani keluar dari zona nyaman–atau bisa dibilang juga memperbesar zona nyaman– untuk meraih ilmu demi masa depan yang lebih baik. Orang-orang semacam itu tengah berkumpul di Kampus Umar Usman.
Tak sedikit di antara mahasiswa yang pernah atau sedang berkuliah di sini sebenarnya sudah pernah berkuliah sebelumnya, Strata satu pula–bahkan ada juga yang sudah Strata dua. Padahal, Kampus Umar Usman cuma setara Diploma satu. Di batch 4 kali ini saja, ada beberapa mahasiswa yang kutahu sudah pernah dapat gelar S1, seperti Bos Fey yang pernah berkuliah di IPB, lalu ada Bos Ryan lulusan Binus, dan Bos Rino lulusan UGM. Namun mereka tak ragu untuk belajar lagi, kuliah lagi. Mereka memang memiliki impian besar menjadi seorang entrepreneur, mungkin itu sebabnya mereka tidak keberatan harus kuliah lagi meski gelarnya hanya setara Diploma 1.
Tipe manusia lainnya yang kukagumi di sini adalah mereka yang berani mengambil resiko demi ilmu. Meski kampus ini tidak membatasi usia peserta belajarnya, namun mayoritas yang berkuliah di sini masih didominasi oleh mereka yang baru lulus SMA. Sebenarnya adalah wajar jika lulusan SMA memutuskan untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi, sekalipun setara Diploma satu. Namun, Kampus Umar Usman ini bisa dibilang bukanlah jenis pendidikan formal seperti pada umumnya. Bisa dibilang Umar Usman ini antimainstream. Karena ketika kebanyakan kampus menekankan teori dan kuliah seat in class, Umar Usman bisa dibilang berbeda. Mungkin kalian pernah membacanya dari penjelasanku sebelum-sebelumnya, bahwa kuliah di Umar Usman itu 70% -nya praktek. Banyak kegiatan turun ke lapangan. Ada challenge, ada kompetisi. Pokoknya, belajar tidak melulu di dalam kelas. Kalau aku ibaratkan, keputusan orang tua yang mau menyekolahkan anak mereka ke sini, mirip dengan keputusan orang tua yang lebih memilih menyekolahkan buah hati mereka di sekolah alam daripada sekolah yang biasa.
Mindset seorang lifelong learner memang selalu kukagumi. Mereka tidak terpaku pada batasan-batasan bahwa belajar itu cuma selama di dalam sekat-sekat tembok sekolah. Belajar itu tidak harus di usia produktif, bahkan ketika sudah renta nanti kita masih bisa menimba ilmu kemana-mana. Dan mereka berani mengambil resiko; menempuh jarak jauh, bertemu dengan banyak orang tanpa ragu dan tanpa segan.